Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu, Tedi Cahyono, menjadi narasumber dalam seminar pendidikan yang diselenggarakan Pemuda Islam Indonesia (PII) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Merah Putih Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (10/8/2022). Seminar diikuti para pelajar dan generasi muda dengan mengangkat isu pendidikan serta tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Tedi Cahyono mengajak generasi muda untuk kembali merevitalisasi semangat belajar dan membangun komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini telah memberikan ruang belajar yang jauh lebih luas bagi generasi muda. Proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui berbagai platform digital.
“Belajar hari ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Kita bisa belajar dari mana saja, termasuk melalui media sosial, aplikasi daring, dan berbagai platform digital yang menyediakan begitu banyak pengetahuan,” ujar Tedi.
Namun, menurut Tedi, kemudahan akses terhadap teknologi juga harus diiringi dengan kemampuan untuk menyaring informasi. Generasi muda perlu memiliki kesadaran dan sikap mawas diri agar perkembangan teknologi tidak justru membawa mereka pada konten-konten negatif.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas diri.
“Teknologi harus kita manfaatkan untuk belajar dan mengembangkan diri. Jangan sampai kita justru tertinggal oleh perkembangan teknologi. Tetapi pada saat yang sama, kita juga harus mawas diri karena di ruang digital ada banyak konten negatif yang harus kita hindari,” jelasnya.
Tedi juga mendorong generasi muda untuk aktif mengikuti organisasi. Menurutnya, organisasi merupakan salah satu ruang pembelajaran yang penting karena dapat membentuk karakter, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan.
Ia menilai pengalaman berorganisasi dapat menjadi pelengkap pendidikan formal yang diperoleh para pelajar di sekolah.
“Belajar tidak hanya melalui buku atau guru di dalam kelas. Kita juga bisa belajar melalui organisasi. Di sana kita belajar berkomunikasi, memimpin, bekerja sama, menghargai perbedaan dan menyelesaikan berbagai persoalan,” katanya.
Tedi berharap seminar pendidikan yang digelar PII Provinsi Bengkulu dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk membangun kembali semangat belajar sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia menekankan bahwa generasi muda harus memiliki kemauan untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar. Teknologi akan terus berkembang, sehingga kita juga harus terus mengembangkan diri. Jangan berhenti belajar hanya karena sudah selesai sekolah atau kuliah. Belajar adalah proses sepanjang hayat,” pungkas Tedi.
